STIKPAR Toraja

Civitas akademika Stikpar Toraja mengikuti perayaan ekaristi Hari raya santa perawan maria dikandung tanpa noda

December 9, 2017 , Share

Pada hari Jumat, 08 Desember 2017, segenap civitas akademika STIKPAR Toraja merayakan perayaan ekaristi dalam rangka merayakan pesta gerejawi, yakni Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda. Perayaan ekaristi ini dilangsungkan di kapel STIKPAR Toraja, Jl. Abdul Gani 3, Rantepao, Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Hadir dalam perayaan ekaristi ini adalah  pimpinan struktural, dosen,  mahasiswa, staf dan segenap civitas akademika STIKPAR Toraja. Ekaristi dipimpin langsung oleh Ketua STIKPAR Toraja, Pastor Doktor Petrus Bine Saramae, Pr. Melalui khotbahnya, beliau menjelaskan sejarah awal perayaan ini serta meneguhkan dan memotivasi mahasiswa untuk mengikuti dan menghayati ekaristi secara benar. 

Melalui Ekaristi, segenap civitas akademika menimba kekuatan rohani untuk memperteguh iman, harapan dan kasih, serta untuk menjiwai moto: Kitab Suci di tangan kanan, linggis di tangan kiri. Hidup dan kehidupan rohani harus menjadi hal yang utama dan terutama dalam hidup mahasiswa calon pendidik iman atau pewarta. Sebelum menjalankan aktivitas perkuliahan, mahasiswa dididik dan dilatih untuk menghayati spiritualitas seorang pewarta, yakni menjadikan Ekaristi sebagai sumber hidup dan karya pewartaannya. Kitab Suci di tangan kanan, artinya hidup dan kehidupan rohani yang bersumber dari Yesus Kristus yang hadir dalam Sakramen Mahakudus dan dirayakan, harus menjadi hal yang utama dan terutama di dalam hidup seorang mahasiswa yang kelak akan menjadi pendidik iman atau pewarta Sabda Allah. Hidup dan kehidupan rohani menjadi prioritas seorang pewarta Sabda. Hidup dan kehidupan rohani harus pertama-tama dimiliki oleh mahasiswa, baru sesudah itu jika sudah dimiliki bisa dibagikan (diwartakan) kepada orang lain. Ekaristi merupakan sumber spiritualitas bagi seorang pewarta. Maka, seorang pewarta atau calon pewarta perlu menimba spiritualitas itu. Melalui perayaan ekaristi mahasiswa mendapat siraman rohani dan sumber inspirasi dalam menyiapkan diri untuk belajar dan mengikuti aktivitas perkuliahan, menjadi pendidik dan pewarta iman bagi umat yang dilayaninya kelak.

Ekaristi dalam rangka merayakan Hari Raya Santa Perawan Maria dikandung Tanpa Noda ini mendidik, mengajar dan melatih mahasiswa untuk menghayati iman Katolik. Mahasiswa dididik untuk meneruskan Tradisi kekatolikan melalui kesaksian dan pewartaan. Santa Perawan Maria dikandung Tanpa Noda merupakan salah satu perayaan  iman Katolik dan diperingati sebagai hari raya. Sebagai mahasiswa yang adalah calon pendidik iman atau pewarta Sabda harus mampu memahami dan menghayati imannya. Perayaan Ekaristi ini sekaligus menutup aktivitas perkuliahan atau kegiatan belajar mengajar di kampus STIKPAR Toraja pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2017/2018, dan mempersiapakan mahasiswa untuk menyongsong Ujian Akhir Semester Ganjil yang akan dilaksanakan pada hari Senin, 11 Desember.

Mahasiswa bersemangat dan termotivasi untuk mengikuti perayaan ini serta menghayatinya dengan khusuk. Semoga spiritualitas dan inspirasi rohani yang diperoleh melalui ekaristi ini, memotivasi segenap civitas akademika STIKPAR Toraja untuk terus “mewartakan Kabar Gembira sampai ke ujung dunia” dan pantang menyerah karena keyakinan bahwa Roh Kudus senantiasa menyertai sampai pada akhir zaman. Semoga inspirasi dari Ekaristi membuat mahasiswa semakin teguh dalam panggilan untuk menjadi pewarta-pewarta yang profesional, tangguh dan bermoral Katolik di tengah-tengah arus modernisasi. Semoga! (Ag).